Antisipasi penyakit pasca Lebaran

Rasa nikmat dari hidangan lebaran terkadang membuat kita lupa akan kandungan di dalamnya sehingga berulangkali menyantap hidangan tersebut, sedangkan perlu diingat bahwa makanan/minuman tersebut tentunya dibuat dengan bahan-bahan yang mengandung kadar gula, kolesterol dan lemak tinggi yang cukup berbahaya bagi mereka yang sudah mengidap penyakit kronik seperti diabetes, hipertensi, atau hiperkolesterol. Jika konsumsi makannya tidak terkontrol selama Lebaran tidak menutup kemungkinan penyakit yang diidapnya akan kambuh.

Beberapa tips sehat dalam mengantisipasi penyakit pasca Lebaran yang perlu diperhatikan:

1. Perhatikan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi

2. Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung gula, lemak dan kalori tinggi

3. Hindari minuman manis atau bersoda

4. Perbanyak minum air putih kurang lebih 2 liter per hari

5. Perbanyak makan buah dan sayuran

6. Lakukan aktifitas fisik dan olahraga

7. Usahakan tidur minimal 8 jam per hari

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Infeksi Saluran Pernafasan Akut meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Penyakit ini menyerang salah satu atau lebih bagian dari saluran napas mulai dari hidung (saluran bagian atas) hingga jaringan di dalam paru-paru (saluran bagian bawah)

Jenis virus yang dapat menyebabkan ISPA:

Adenovirus: Virus yang memiliki lebih dari 50 jenis ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti pilek, bronkitis, dan pneumonia

Rhinovirus. Ini adalah jenis virus yang menyebabkan pilek. Tapi pada anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah, pilek biasa bisa berubah menjadi ISPA pada tahap yang serius

Pneumokokus. Ini adalah jenis bakteri yang menyebabkan meningitis. Tapi bakteri ini bisa memicu gangguan pernapasan lain, seperti halnya pneumonia

Tanda dan Gejala:

- Hidung tersumbat atau berair

-Para-paru terasa terhambat

-Batuk-batuk dan tenggorokan terasa sakit

Kerap merasa kelelahan

Tubuh merasa sakit

Apabila ISPA bertambah parah, gejala yang lebih serius akan muncul, seperti:

- Kesulitan bernapas

- Demam tinggi dan menggigil

- Tingkat oksigen dalam darah rendah

-Kesadaran yang menurun dan bahkan pingsan

Pada kasus ISPA yang ringan seperti batuk pilek biasa, penanganan tidak memerlukan antibiotik dan akan sembuh oleh daya tahan tubuh yang baik. Pada anak-anak perlu diwaspadai adalah pneumonia, diperlukan pengobatan antibiotik karena dapat menganc

Diabetes Melitus

Pengertian Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar gula darah (glukosa) darah secara terus menerus (kronis) akibat kekurangan insulin.

Klasifikasi Diabetes Mellitus:

a. Diabetes Mellitus tipe 1

b. Diabetes Mellitus tipe 2

c. Diabetes Gestasional

d. Diabetes tipe spesifik lain

Faktor penyebab Diabetes Militus:

- Pola makan yang berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori yang dibutuhkan oleh tubuh

- Obesitas (kegemukan)

- Faktor genetik

- Bahan-bahan kimia dan obat-obatan.

- Penyakit dan infeksi pada pankreas

- Pola hidup yang kurang atau tidak sehat. Kurang olah raga, kurang istirahat, stres dan merokok

- Banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis

- Menggunakan pil kontrasepsi

Tanda dan gejala Diabetes Militus:

- Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)

- Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)

- Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)

- Frekuensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)

- Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya

- Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki

- Cepat lelah dan lemah setiap waktu

- Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba

- Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya

- Mudah terkena infeksi terutama pada k

Demam Tifoid (Tifus)

Tifus atau demam tifoid terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik dan secepatnya karena tifus menular dengan cepat.

Gejala:

- Demam tinggi yang dapat mencapai 39 derajat C-40�C

- Sakit kepala

- Sakit perut, diare atau konstipasi

- Otot terasa sakit

- Merasa lemas dan kelelahan

- Hilang nafsu makan

- Muncul ruam pada kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda

Kondisi ini dapat memburuk dalam beberapa minggu. Jika tidak segera ditangani dengan baik, dapat terjadi komplikasi seperti pendarahan dalam atau pecahnya sistem pencernaan (usus). Risiko komplikasi juga akan berkembang hingga menjadi membahayakan nyawa jika situasi tersebut tidak segera ditangani dengan baik.

Segera berkonsultasi dengan dokter jika kondisi Anda memburuk saat menjalani perawatan di rumah. Agar tubuh segera pulih dan mencegah risiko tifus datang lagi, pastikan Anda menjalani langkah-langkah berikut ini:

- Istirahat cukup.

- Makan teratur. Anda dapat makan sesering mungkin dalam kadar sedikit dibandingkan jika makan dengan porsi besar sebanyak tiga kali sehari.

- Minum banyak air putih.

Hubungi Kami
Jl. Raya Bogor Km. 22 No.44 Jakarta Timur - 13830
Tel. 021-840 0257 | Fax. 021-8778 1247
IGD. 021-8779 3802
Email cs@rsharapanbunda.com
 
  Lokasi Kami