Tips Diet Gizi Seimbang saat Berpuasa
1. Tidak melewatkan waktu makan, baik saat sahur maupun saat berbuka

2. Saat sahur, dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, sereat berserat tinggi, yang dikonsumsi sedekat mungkin dengan waktu subuh. Jangan lupa mengonsumsi sumber protein yang cukup, juga buah dan sayur. Porsi makan saat sahur sebaiknya memenuhi 30-40 % kebutuhan nutrisi harian

3. Saat berbuka puasa, hindari makanan yang terlalu manis, sebaiknya berbuka dengan sedikit makanan karbohidrat sederhana yang mudah diserap seperti kurma, buah potong, atau agar-agar, kurang lebih 10-20% kebutuhan nutrisi harian

4. Makan malam dapat dilakukan setelah sholat maghrib, sebelum tarawih. Saat makan malam dianjurkan mengkonsumsi cukup karbohidrat, protein dan lemak, juga sayur dan buah untuk pemenuhan 40-50% kebutuhan nutrisi harian

5. Agar tidak dehidrasi, jangan lupa penuhi kebutuhan air bagi tubuh kita sesuai dengan anjuran, yaitu 1,5 – 2 liter perhari : 2 gelas saat bangun sahur, 4 gelas saat berbuka puasa sampai dengan menjelang tisur, 2 gelas saat sahur

6. Aktivitas fisik dapat tetap dilakukan setelah berbuka puasa, minimal 30-45 menit

Pastikan asupan gizi Anda tetap seimbang saat berpuasa sehingga kesehatan tetap terjaga

Asupan Gizi Seimbang untuk Kesehatan yang Lebih Terjaga

Dalam kondisi cuaca yang sering berganti-ganti seperti saat ini, kita perlu menjaga pola makan agar daya tahan tubuh kita tetap terjaga. Penuhi kebutuhan asupan harian dengan mengkonsumsi gizi seimbang 3 kali sehari, berikut asupan makanan dalam satu piring yang disarankan:

1. Makanan pokok :

Nasi dan penukarnya, 150 gram nasi = 3 centong nasi, = 3 buah sedang kentang (300 gram), 1 1/2 gelas mie kering (75 gram).

2. Lauk - pauk :

a. Lauk hewani, 75 gram ikan kembung = 2 potong sedang ayam tanpa kulit (80 gram), = 1 butir telur ayam (55 gram), = 2 potong daging sapi sedang (70 gram)

b. Lauk nabati, 100 gram tahu = 2 potong sedang tempe (50 gram)

3. Sayuran (wortel/bayam/brokoli/terong) = 150 gram = 1 mangkok sedang

4. Buah - buahan :

2 potong sedang pepaya (150 gram), = 2 buah jeruk sedang (110 gram), = 1 buah kecil pisang ambon (50 gram). Gizi seimbang juga perlu didukung dengan :

• Cuci tangan pakai sabun sebelum makan •Olah raga selama 30 menit sehari •Minum air 8 gelas sehari

Sumber : www.kesmas.kemkes.go.id

DISPEPSIA (Nyeri Perut Bagian Atas)

Pernahkah Anda mengalami nyeri atau perasaan tidak enak pada perut bagian atas (lambung)? Jika Ya, Itu merupakan tanda gejala Dispepsia. Yang biasanya disertai dengan gejala seperti rasa penuh saat makan, cepat kenyang, kembung, bersendawa, mual, muntah, diare, dan nafsu makan menurun.

Dispepsia dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti penyakit tukak lambung (maag), gangguan pengosongan dan pengembangan lambung, saluran cerna yang terlalu sensitif, pengeluaran asam lambung berlebihan, infeksi lambung oleh bakteri Helicobacter pylori , dan stress berhubungan dengan penurunan kontraksi lambung dan peningkatan pengeluaran asam lambung.

Untuk mengatasi keluhan Dispepsia perlu terlebih dahulu melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter karena pengobatan yang diberikan tergantung pada penyebab Dispepsia.

Dispepsia dapat dicegah dengan melakukan hal – hal sebagai berikut :

• Makan dengan porsi seimbang. Setelah makan, tunggu 2-3 jam sebelum berbaring.

• Hindari makan malam terlalu larut.

• Hindari coklat, mint, dan kopi secara berlebihan.

• Hindari makanan atau minuman yang mengandung alkohol.

• Hindari makanan yang terlalu pedas dan memiliki banyak asam (seperti tomat dan jeruk).

• Jangan merokok.

• Jangan mengenakan pakaian ketat di sekitar perut.

• Hindari stres dan kelola stres dengan baik.

• Tidak mengkonsumsi banyak obat anti inflamasi/obat nyeri.

Anda Penderita Diabetes? Waspadai Gejala Retinopati Diabetik sejak dini

Diabetes atau kencing manis merupakan gangguan metabolisme dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Penyakit Diabetes tanpa perawatan yang terarah dapat menimbulkan komplikasi penyakit yang berakibat fatal, salah satunya adalah gangguan pada retina mata yang disebut RETINOPATI DIABETIK.

Pemeriksaan rutin terhadap kondisi retina mata penderita diabetes sangat diperlukan, mengingat 60% dari seluruh penderita diabetes mengalami kerusakan pembuluh darah pada mata mereka yang dapat berisiko terjadinya KEBUTAAN.

Hal yang perlu dan harus diwaspadai bagi penderita diabetes adalah gejala awal dari retinopati diabetik biasanya tidak menimbulkan keluhan besar, sampai dengan kondisi retina mata sudah dalam tahap membahayakan dan mata kehilangan kemampuan penglihatan.

Sangat disarankan bagi penderita diabetes untuk melakukan konsultasi dan memeriksakan kondisi retina matanya sedini mungkin dengan Dokter Spesialis Mata terutama saat penglihatan mulai buram, gula darah sewaktu lebih dari 200 mg%, ada keluhan hipertensi atau kolesterol. Bagi penderita Diabetes Melitus lebih dari 10 tahun juga sangat disarankan untuk rutin memeriksakan kesehatan mata, agar fungsi mata tetap terpantau dengan baik dan sebagai upaya pencegahan risiko terjadinya kebutaan permanen.

Terapkan gaya hidup sehat sejak dini agar terhindar dari penyakit yang bisa menjadi faktor risiko terjadinya retinopati diabetik, khususnya bagi kalangan usia muda karena dengan perubahan jaman yang diikuti dengan perubahan dan pola gaya hidup menyebabkan penyakit diabetes melitus tidak hanya diderita oleh kalangan lanjut usia namun juga usia muda. Gaya hidup yang dapat diterapkan antara lain dengan makan makanan sehat dan seimbang serta memperbanyak asupan sayur dan buah, menjaga kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah, biasakan berolahraga secara teratur serta tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol. Bagi penderita diabetes langkah yang paling baik adalah dengan mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah untuk mengurangi risiko retinopati diabetik.

Informasi Kesehatan ini dipersembahkan oleh Jakarta Timur Eye Center-Rumah Sakit Harapan Bunda

ASMA BRONKHIALE PADA ANAK

Asma adalah suatu penyakit jalan nafas yang timbul akibat adanya stimulasi/rangsangan

Tanda Gejala Asma pada anak:

1. Batuk

2. Bersin

3. Hidung tersumbat selanjutnya menjadi batuk

4. Sesak

5. Gelisah dan berkeringat

6. Dada mengembang

Pada kasus asma dapat terjadi karna keturunan, faktor lingkungan, musim, hewan peliharaan, makanan, dan lain-lain. Kasus Asma Bronkhiale pada anak dapat diberikan terapi inhalasi, chest fisioterapi, infra red radiation (pemanasan)Pada kasus asma dapat terjadi karna keturunan, faktor lingkungan, musim, hewan peliharaan, makanan, dan lain-lain. Kasus Asma Bronkhiale pada anak dapat diberikan terapi inhalasi, chest fisioterapi, infra red radiation (pemanasan)

Tips kasus asma pada anak:

1. Hindari pemicunya, seperti: udara yang dingin, debu, hewan peliharaan yang berbulu dan, hindari makanan yang menyebabkan sesak nafas

2. Kurangi kegiatan yang terlalu mengeluarkan banyak tenaga pada anak

3. Berikan nutrisi yang tepat, seperti: konsumsi buah-buahan dan sayuran yang disarankan untuk penderita asma

4. Berikan pengetahuan kepada anak tentang penyakit asma.

Hubungi Kami
Jl. Raya Bogor Km. 22 No.44 Jakarta Timur - 13830
Tel. 021-840 0257 | Fax. 021-8778 1247
IGD. 021-8779 3802
Email cs@rsharapanbunda.com
 
  Lokasi Kami